Penguatan Koordinasi Fungsional Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk Pembangunan Berbasis IPM (Studi Kasus di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat)

  • Suwarli Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Dalam Negeri
Keywords: Koordinasi Fungsional, IPM, Pembangunan

Abstract

Achievement of the Human Development Index is one of the success performance indicator of government agencies and national development are realized in the form of the development program set out in planning documents, such as the Local Government Work Plan. This study was conducted in March-June 2016. The research location in Sambas District, The purpose of this study are analyzed the level of strengthening functional coordination on local government work plan documents include are preparation, implementation, and result evaluation to accelerate of HDI achievement. The approach of this study is qualitative method were analyzed use triangulation and descriptive statistical.The results showed that the level of strengthening functional coordination of RKPD based on HDI in Sambas Regency is classified as strong category.In the preparation stages has a score of 2.33, the implementation evaluation stage has a score of 2.32 and the evaluation stage of the results have a score of 2.30. These results indicate that the process of coordination in the preparation RKPD in Sambas district already has a good performance. Synergy and effective coordination among the internal bureaucracy is a key to success

Abstrak

Pencapaian target Indeks Pembangunan Manusia merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja instansi pemerintah dan pembangunan  nasional yang diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang tertuang dalam dokumen perencanaan, seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2016. Lokasi penelitian di Kabupaten Sambas.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat penguatan koordinasi fungsional terhadap dokumen perencanaan tahunan RKPD Kabupaten Sambas sejak tahap awal penyusunan, evaluasi pelaksanaan, dan evaluasi hasil yang berorientasi pada percepatan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik analisis data menggunakan pendekatan triangulasi dan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penguatan koordinasi fungsional RKPD berbasis IPM di Kabupaten Sambas termasuk kedalam kategori kuat. Pada tahap awal penyusunan memiliki skor 2.33, tahap evaluasi pelaksanaan memiliki skor 2.32 dan tahap evaluasi hasil memiliki skor 2.30. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses koordinasi dalam penyusunan RKPD di Kabupaten Sambas sudah memiliki kinerja yang baik. Sinergitas dan koordinasi yang efektif antar internal birokrasi menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

References

Anna Z, Fauzi A. 2013. “Neraca Ekonomi Sumber Daya Perikanan Pantai Utara Jawa.:Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 3 (No 1).
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sambas. 2015. Laporan Tahunan Bappeda Kabupaten Sambas 2015. Sambas
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sambas. 2015. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sambas Menurut Lapangan Usaha 2011 – 2015. Kabupaten Sambas : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sambas. Sambas.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. 2015. Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Barat. Pontianak : Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Jakarta
Dewi F S, Indrajaya IGB dan Djayastra IK. 2017. “Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Perkapita dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Inflasi Kota Denpasar Periode Tahun 1994 – 2013.”Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol.6 (No 1).
Dewi N, Yusuf Y dan Iyan RY. 2017. “Pengaruh Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Riau.” Jurnal JOM Fekon Vol 4 (No. 1)
Emzir. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Fajriana. 2014. “Koordinasi Kepala Desa Dalam Pembangunan Infrastruktur di Desa Suatang Keteban Kecamatan Pasir Belengkong Kabupaten Paser.”Jurnal Ilmu Pemerintahan FISIP Universita Mulawarman
Harahap, Riva Ubar. 2017. “Pengaruh Dana Alokasi Umum , Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Pada Kab/Kota Propinsi Sumatera Utara.” Jurnal KITABAH Vol. 1 (No. 1).
Hariyanto T, Mulyono S B, John Haluan dan Iskandar BH. 2008. “Pengembangan Teknologi Penangkapan Ikan Berbasis Komoditas Potensial Di Teluk Lampung.”Jurnal Saintek Perikanan. Vol. 4 (No 1).
Iqbal, Muhammad. 2008. “Konstelasi Institusi Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Program PIDRA.”Jurnal Ekonomi Pembangunan FE UMS, Vol. 9 (No. 1).
Kurniadi, D. 2009. “Strategi Pengembangan Wilayah perbatasan AntarNegara: Memacu Pertum-buhan Ekonomi Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. ”Tesis. Program Pasca Sarjana. Universitas Diponegoro Semarang .
Kurniawan A, Fajar M, Apriliazmi I, dan Nugraha A. 2014. “Identifikasi Status Konservasi Hiu Tangkapan Samping di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pulau Bangka dan Belitung. ”Prosiding Simposium Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan 2014. WWF – KKP. Bali : WWF.
Lumbantoruan, EP dan Hidayat, P. 2014. “Analisis Pertumbuhan Ekonomi danIndeks Pemba-ngunan Manusia (IPM) Provinsi-Provinsi di Indonesia (Metode Kointegrasi).”Jurnal Ekonomi dan Keuangan Volume 2(No 2).
Mirwan, M. 2013. “Optimalisasi Koordinasi Pemerintahan Tingkat Kecamatan di Keca-matan Kota Bangun Kabupaten Kutai negara.” Jurnal eJournal Administrasi Negara Vol. 1 (No 2).
Moleong J. Lexy. 2008.Metodologi Penelitian Kualitatif. T. Remaja Rosdakarya. Bandung
Muktiali, Mohammad. 2009. “Penyusunan Instrumen Monitoring dan Evaluasi Manfaat Program Pembangunan di Kota Semarang.” Jurnal Riptek Vol 3 (No 2).
Nugraha B dan Setyadji B. “Kebijakan Pengelolaan Hasil Tangkapan Sampingan Tuna Longline di Samudera Hindia.”Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia. Vol 5 (No 2).
Putong, Iskandar. 2009. Pengantar Mikro dan Makro Edisi 4. Mitra Wacana M. Jakarta.
Putra, P.G.M dan Ulupui, I.G.K.A. 2015. “Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus Untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia.”E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 11.3
Rahmat, PS. “Penelitian Kualitatif.” Jurnal EquilibriumUniversitas Brawijaya Vol .5 (No. 9).
Rustiadi, E. dan Dardak, E.E. 2008. Agropolitan Strategi Pengembangan Pusat Pertumbuhan pada Kawasan Perdesaan. Crestpent Press. Bogor.
Setiawan, M B dan Hakim, A.2013. “Indeks Pembangunan Manusia Indonesia.”Jurnal Economia, Volume 9 (No 1).
Sjafii, A. 2009. “Pengaruh Investasi Fisik dan Investasi Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur 1990 – 2004.” Journal of Indonesia Applied Economics. Vol. 3 (No. 1).
Yacoub, Y. 2012. “Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat.” Jurnal Eksos Politeknik Negeri Pontianak Vol. l8 (No. 3).
Published
2020-03-06
How to Cite
Suwarli. (2020). Penguatan Koordinasi Fungsional Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk Pembangunan Berbasis IPM (Studi Kasus di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat) . Jurnal Kebijakan Pembangunan, 12(1), 67-75. Retrieved from http://jkpjournal.com/index.php/menu/article/view/114