Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Penggunaan Larvasida Temepos di Kota Banjarmasin

  • M. Rasyid Ridha Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu
  • Khairatun Nisa Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Hassanudin
  • Siti Aisyah Universitas Terbuka, UPBJJ-UT Banjarmasin
Keywords: Pengetahuan, Sikap, Temefos

Abstract

The use temefos an attempt to control the mosquito Aedes aegypti in the pre-adult stage is used in the District of North Banjarmasin, Banjarmasin City as dengue endemic areas. The purpose of this study to determine the knowledge and attitudes of people in using time-fuse. The study design used is explanatory research using questionnaires by simple accidental sampling. Results showed no relationship between attitude, experience of use, frequency of use and knowledge of the behavior of people in using time-fuse in the District of North Banjarmasin.Based on the results of logistic regression analysis showed only experience (p = 0.058 Exp. B = 3.164) and attitude (p = 0.027 Exp. B = 4.542) effect on people's behavior in using time-fuse in Banjarmasin.There is a need for counseling about the use of temepos, especially regarding the mechanism of the ways and doses used.

Abstrak

Penggunaan temefos merupakan upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti pada tahap pra dewasa yang digunakan di Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota banjarmasin sebagai daerah endemis DBD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap  masyarakat dalam menggunakan temefos. Desain penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan menggunakan kuisioner secara simple accidental sampling. Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan antara sikap, pengalaman penggunaan, frekuensi penggunaan dan pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam  menggunakan temefos di Kecamatan Banjarmasin Utara. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik didapatkan hasil hanya pengalaman (p = 0,058 Exp.B = 3,164) dan sikap (p = 0,027 Exp.B = 4,542) yang berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dalam menggunakan temefos di Kota Banjarmasin.Perlu dilakukan penyuluhan mengenai penggunaan temepos, khususnya mengenai mekanisme cara dan dosis yang digunakan.

References

Ardiansyah M R, Noor N. dan Sudayasa I P. 2015. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Terhadap Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue. Medula, 1.
Benitez-trinidad A, Herrera-moreno J, Vázquez-estrada G, Verdín-betancourt F, Sordo M, Ostrosky-wegman P, Bernal-hernández Y, Medina-díaz I, Barrón-vivanco B dan Robledo-marenco M. 2015. Cytostatic and genotoxic effect of temefos in human lymphocytes and HepG2 cells. Toxicology in Vitro, 29, 779-786.
Bhatt S, Gething P W, Brady O J, Messina J P, Farlow A W, Moyes C L, Drake J M, Brownstein J S, Hoen A G. & Sankoh O. 2013. The global distribution and burden of dengue. Nature, 496, 504-507.
Kementerian Kesehatan 2012. Petunjuk teknis pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengeu (PSN DBD) oleh juru pemantau jentik. Dirjend P2P, Direktorat Penyehatan Lingkungan Direktorat Pengedalian Penyakit. Jakarta.
Matthias J, Zielinski-Gutierrez E C, Tisch D J, Stanek D, Blanton R E, Doyle M S, Eadie, R B, Gazdick E J, Leal A Land Pattison K J. 2014. Evaluating public housing residents for knowledge, attitudes, and practices following dengue prevention outreach in Key West, Florida. JournalVector Borne and Zoonotic Diseases, 14, 788-793.
Naqqash M N, Gökçe A, Bakhsh A. & Salim M. 2016. Insecticide resistance and its molecular basis in urban insect pests. Parasitology research, 115, 1363-1373.
Nisa K. 2015. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menggunakan temepos (abate)sebagai pengendalian larvasidavektor demam berdarah dengue di Kota Banjarmasin. Tesis. Universitas Hassanudin, Makassar.
Nisa K, Taha R M., Nasir S. Factors Affecting Community's Behavior in UsingTemephos in Banjarmasin City. International Journal of Sciences:Basic and Applied Research. 22(2), pp 363-374
Notoatmodjo S. 2010. Metode penelitian dan kesehatan. Jakarta: PT. Rienka cipta.
World Health Organization. 2012. Global strategy for dengue prevention and control 2012-2020. Arboviruses Division, Geneva Swiss.
Poupardin R, Srisukontarat W, Yunta C. & Ranson, H. 2014. Identification of carboxylesterase genes implicated in temefos resistance in the dengue vector Aedes aegypti. PLoS Negl Trop Dis, 8, e2743.
Pujiyanti A. 2016. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Dalam Rangka Pengendalian Vektor DBD Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 26, 85-92.
Ridha M R. 2012. Hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap demam berdarah dengue di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Buski, 4. 18-25
Ridha M R. dan Nisa K. 2011. Larva Aedes aegypti sudah toleran terhadap Temepos di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Vektora: Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit, 3, 92-109.
Ridha M R, Rahayu N, Rosvita N A. dan Setyaningtyas D E. 2013. Hubungan kondisi lingkungan dan kontainer dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di daerah endemis demam berdarah dengue di kota Banjarbaru. Jurnal Buski, 4.
Saavedra-Rodriguez K, Strode C, Flores A E, Garcia-Luna S, Reyes-Solis G, Ranson H, Hemingway J. & Black W. 2014. Differential transcription profiles in Aedes aegypti detoxification genes after temefos selection. Insect molecular biology, 23, 199-215.
Sallis J F. dan Owen N. 2015. Ecological models of health behavior. Health behavior: Theory, research, and practice, 5, 43-64.
Setiyaningsih R, Widiarti W dan Lasmiati L. 2015. Efikasi Larvasida Temefos Terhadap Aedes aegypti Resisten Pada Berbagai Kontainer. Vektora, 7, 23-28.
Soerachman R dan Anwar A. 2015. Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Tentang Pengelolaan Pestisida Di Rumah Tangga Di Bogor, Depok, Tangerang, Dan Bekasi. Buletin Penelitian Kesehatan, 42, 203-212.
Sulistyorini E. 2016. Faktor Penentu Keberadaan Larva Aedes Spp. Pada Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Tertinggi Dan Terendah Di Kota Bogor.Tesis. Bogor Agricultral University (IPB).
Syaifuddin A. 2007. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 33-44.
Umar H. 2000. Metodologi Penelitian. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.
World Health Organization, D. 2009. Guidelines for Diagnosis, Treatment. Prevention and Control. New. Geneva: TDR/WHO.
Zaenab, S. 2015. Profesionalisme Guru PAUD Menuju NTB Bersaing: Pengantar Manajemen Pendidikan, Praktik, Teori, dan Aplikasi, Deepublish. Jakarta
Published
2020-03-06
How to Cite
M. Rasyid Ridha, Khairatun Nisa, & Siti Aisyah. (2020). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Penggunaan Larvasida Temepos di Kota Banjarmasin. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 12(1), 41-47. Retrieved from http://jkpjournal.com/index.php/menu/article/view/116