Karakteristik Inovasi Daerah Berbasis Potensi Wilayah di Kota Bandung dan Kabupaten Sleman

  • Ray Septianis Kartika Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri
Keywords: Karakteristik, Inovas, Potensi

Abstract

Regional potentials have the power to develop local innovation. Potential natural resources with the support of human resource assets, became one of the indicators of strengthening innovation. The problem in this study is how the characteristics of regional innovation and what factors influence the formation of innovation characteristics. The purpose of this study is to know the characteristics of innovation and to identify factors inhibiting the characteristics of innovation. The study method used descriptive explorative with qualitative approach through interview guidance. The informants are Bappeda, Social Bureau and related SKPD. The technique of analysis is qualitative data analysis with data triangulation. The results of the study identified the characteristics of regional innovation in Bandung and Sleman Regency consisting of innovation, innovation, innovation and easy observation. Characteristic inhibiting factors are (1) government and society policy in proposing innovation idea, (2) territorial thematic mapping which includes identification of type and distribution of regional superior economic potential (3) cooperation with development of OVOP center in Bandung, (4) The existence of local capacity building (natural resources, human, institutional), (5) enormous natural potential, (2) strong government involvement in giving salak cultivation training, (3) SOP cultivation of salak, (4) innovation replication, and (5) intellectual property of salak.

Potensi wilayah memiliki kekuatan untuk dapat mengembangkan inovasi daerah. Sumber daya alam potensial dengan didukung aset sumber daya manusia, menjadi salah satu indikator penguatan inovasi. Permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana karakteristik inovasi daerah  dan faktor apa saja yang mempengaruhi pembentukan karakteristik inovasi. Tujuan kajian ini mengetahui karakteristik inovasi dan mengidentifikasi faktor penghambat karakteristik inovasi. Metode kajian menggunakan deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif melalui pedoman wawancara. Informannya adalah Bappeda, Biro Sosial dan SKPD terkait. Teknik analisanya adalah analisa data kualitatif dengan triangulasi data. Hasil kajian mengidentifikasi karakteristik inovasi daerah di Kota Bandung dan Kabupaten Sleman terdiri dari keunggulan inovasi, kemudahan inovasi, uji coba inovasi dan mudah diamati. Faktor penghambat karakteristik yaitu (1) kebijakan merintah dan masyarakat dalam mengusulkan ide inovasi, (2) pemetaan tematik kewilayahan yang di dalamnya mencakup identifikasi jenis dan persebaran potensi ekonomi unggulan wilayah (3) adanya kerjasama dengan pengembangan sentra OVOP di Kota Bandung, (4) Adanya pembangunan kapasitas lokal (sumber daya alam, manusia, kelembagaan), (5) potensi alam yang sangat besar, (6) kuatnya pelibatnya pemerintah dalam memberikan pelatihan budidaya salak, (7) adanya SOP budidaya salak, (8) replikasi inovasi, dan (9) HAKI budidaya salak. Metode dan alat analisis apa yang digunakan, perlu disinggung di dalam abstrak.

References

Bayu. (n.d.). 2017. “Mendagri Minta Daerah Tak Lakukan Pemekaran Untuk Dapat Tambahan Dana Desa”. diakses September 2, 2017, from http : // nasional . kompas . com / read / 2016 / 10/ 19 / 22013111 /mendagri.minta.daerah.tak. lakukan.pemekaran.untuk.dapat.tambahan.dana.desa
Simamora, Heny. 2003. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Yogyakarta: YKPN.
Hermawan dkk. 2014. “Model Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Ekonomi. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran”, Vol .21, 1.
Ikhsan, S. Y. 2006. “Standar Pelayanan Publik di daerah”. PKKOD -LAN.
Kompasiana. 2013. “Pengertian Kreatif dan Inovatif”. Retrieved Juli 20, 2017, dari http : // www. kompasiana.com/ekogenshter/pengertian-kreatif-dan-inovatif _ 552feef86ea834b36b8b 45ac
Kuncoro. 2014. “Skripsi Analisis Potensi Wilayah dan Strategi Pengembangan Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Kabupaten Wonogiri” hal. 110. Surakarta: UNS-F.
Maryunani, Sutikno. 2007. “Analisis Potensi dan Daya Saing Kecamatan Sebagai Pusat Pertumbuhan Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) Kabupaten Malang”. Journal of Indonesian Applied Economics, 15. vol 1 No 1 Oktober.
Moleong, L. J. 2006. “Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi (cetakan keduapuluh ed.)”. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Nasution. 2002. “Komunikasi Pembangunan Pengenalan Teori dan Penerapannya”. Jakarta: Rajawali.
Pahlevi, Nevi. 2011. “Tesis Pengembangan Potensi Ekonomi Kabupaten Lebak (Studi Kasus Kawasan Agropolitan Kecamatan Wanassalam”. Depok: Universitas Indonesia.
Philip, K. 2003. “Marketing Management (11th ed ed.)”. New Jersey: Prentice Hall.
Rogers. 2003. “Diffusion of Innovations (5 th ed ed.)”. New York: Free Pres.
Saryono. 2010. “Metode Penelitian Kualitatif”. Bandung: PT. Alfabeta.
Suhartini. 2009. “Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA”. Fakultas MIPA (p. 1). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Suwarno, Yogi dan Ikhsan. 2006. “Standar Pelayanan Publik di Daerah”. PKKOD -LAN.
Warta. Priangan. 2016. “Kebijakan dan Inovasi Pemda Ciamis Harus Berbasis Kearifan Lokal”. Retrieved Juni 25, 2017, from http://www. wartapriangan.com/old/kebijakan-dan-inovasi-pemda-ciamis-harus-berbasis-kearifan-lokal/.
Yos, H. W. 2010. “Skripsi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Adopsi Inovasi Pertanian di Kalangan Petani di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo hal 106-107”. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jurnal Penelitian Pertanian. Vol. 15 No. 2
Published
2020-03-06
How to Cite
Ray Septianis Kartika. (2020). Karakteristik Inovasi Daerah Berbasis Potensi Wilayah di Kota Bandung dan Kabupaten Sleman. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 12(1), 29-39. Retrieved from http://jkpjournal.com/index.php/menu/article/view/117