Perspektif Peran Para Pemnagku Kepentingan dan Peta Permasalahan Pengembangan Wisata Desa Sawarna Kabupaten Lebak Provinsi Banten

  • Mohammad Sofyan Budiarto Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Keywords: Desa Sawarna, Pemangku Kepentingan, Pengembangan Wisata

Abstract

The research objective are to determine the various issues and the role of stakeholders in the development of Tourism of Sawarna village. This study used qualitative descriptive method. The data analysis used Problem Tree Analysis and Stakeholder Analysis. The results of the analysis showed the tourism sector’s contribution to earnings Sawarna village community is low, because the number of tourists had been fluctuating. Three main problems areidentified: revenue from business services sector is still low, tourism promotion is not optimal and less comprehensive infrastructure. Stakeholder analysis results indicate that the Central Government, Provincial Government of Banten, Lebak District Government and investors heve high leverage and low risk while Perhutani and PTPN VIII has a low impact and low risk. Sawarna village government and rural communities Sawarna have high leverage and high risk in the development of travel, while the Non Governmental Organization (NGO) and has led organizations impact and low risk. Lebak regency government as a leader on implementing strategy needs to plan and reformulate strategies of tourism development of Sawarna village by involving the role and influence of all stakeholders.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai permasalahan  dan menganalisa peran serta pengaruh para Pemangku kepentingan dalam pengembangan objek wisata desa Sawarna. Penelitian ini menggunakan Metode diskriptif kualitatif. Analisa data dengan menggunakan Probem Tree Analisis dan Stakeholder Analisis. Hasil analisis menunjukan konstribusi sektor pariwisata desa Sawarna terhadap pendapatan Masyarakat rendah, karena jumlah wisatawan berfluktuatif. Terdapat tiga masalah utama yaitu mendapatkan dari sektor usaha jasa masih rendah, promosi wisata belum optimal dan infrastruktur yang kurang memadahi. Hasil analisis stakeholder menunjukan bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Lebak dan investor memiliki pengaruh tinggi dan resiko rendah sedangkan Perhutani dan PTPN VIII memiliki pengaruh rendah dan resiko rendah. Pemerintah desa Sawarna dan masyarakat Desa Sawarna memiliki peran tinggi dan resiko tinggi dalam pengembangan wisata, sedangkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi kepemudaan memiliki pengaruh dan resiko rendah. Pemerintahan Kabupaten Lebak sebagai penanggung jawab pengembangan harus merencanakan dan merumuskan kembali strategi pengembangan wisata desa Sawarna dengan melibatkan peran dan pengaruh semua pemangku kepentingan.

 

References

Awirya, A.A; Mth Aniawati; Rani Setyodewanti.-.Opportunity to Develop Tourism Industry Through Investment”.

BPS Kabupaten Lebak. 2015.”Kecamatan Bayah dalam Angka’. Katalog BPS No : 1403.3603.030

Dananjoyo, YN Ekarachmi.-. “Analisis Stakeholder Dalam Pengembangan Situs Megalir Gunung Padang Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Berkelanjutan di Kabupaten Cianjur”. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. SAPPK Vol; 1 No : 1/136-145. ITB

Kementrian Parawisata. 2012. “Indonesian Tourism : Policy and Strategy”. Tourism Ministerial Meeting APEC. Rusia

Kuhaya, Tendi. 2014. “Kajian Kelembagaan Dalam Pengembangan Wilayah dan Kota Vol 10./278-292, Undip.

Kurniawan, Doni. 2015. “Desa Mandiri Desa Membangun (Seri 5)”, Kementrian Desa, Pembangunan aerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Jakarta.

Kristina, Yustisia. 2012. “Identifikasi Potensi Provinsi Banten sebagai Daerah Tujuan Wisata Unggulan Indonesia”. Jurnal Hospitour Vol III, No. 2:177-203

Marina, Herni.-. “Ekonomi Politik Pariwisata Kawasan Wisata Legoi Kabupaten Bintan”. Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Pitana,IG dan Putu E Gayatri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Penerbit Andy Offset. Yogyakarta.

Puspitasari, Dewi. 2014. Strategi Pemasaran Kepala Desa Sawarna Wisata Alam Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Skripsi. Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan IPB.

Rahman, Nailudan dan HBS Eko Prakoso.-.“Perpektif Stakeholder terhadap Potendi Obyek Wisata dan Daya Trik Wisata (ODTW) Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo”.

Schmeer, Kammi. 1999. “Stakeholder Analysis Guidelines, Policy Toolkit for Strengthening Health Sector Reform. Work Papers”.

Sofianto,Arif. 2013. “Peran Kelompok Masyarakat Dalam Penguatan Inovasi Sosial di Desa Karangrejo Kecamatan agelang”. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, Volume 11 No.1.

Peraturan Perundangan -Perdes Sawarna No. 02 Tahun 2012 Tentang Perubahan Pungutan Desa. Perda No. 9 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi Banten. UndangUndang No. 9 Tahun 2014 tentang Desa.
Published
2020-03-06
How to Cite
Mohammad Sofyan Budiarto. (2020). Perspektif Peran Para Pemnagku Kepentingan dan Peta Permasalahan Pengembangan Wisata Desa Sawarna Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 12(1), 23-28. Retrieved from http://jkpjournal.com/index.php/menu/article/view/120