Motif Pekerja Anak Sektor Pertanian Tembakau Di Desa Jeropuri Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah

  • Dedi Ramdan Universitas Mataram
  • M.Arwan Rosyadi Program Studi Sosiologi Universitas Mataram.Jalan Majapahit No. 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Nila Kusuma Program Studi Sosiologi Universitas Mataram.Jalan Majapahit No. 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Keywords: Motif, Pekerja Anak, Sektor Pertanian Tembakau, Motives, Child Labour, Tobacco Farming Sector

Abstract

T

Children are entrusted by the state that must be given rights, obligations and protection. However, child labour still exists today. This study aims to determine the motives of child labour in tobacco farming and the implications on education and social behaviour in Jeropuri Village, East Praya District, Central Lombok Regency. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach, Alfred Schutz's thoughts on "because motive" and "in-order-to motive", and Engkus Kuswarno's past, present, and future motives. The results showed three motives for child labour in tobacco farming; 1) because motive: parenting, peers, and personal initiative to help parents. 2) Today's motives: maintaining relationships and fulfilment. 3) In-order-to motive: to become the next generation of their parents, rewards, and meet future needs. The implications of action are negative such as disruption of educational activities, poor attitude toward parents, huddling, consumptive, and deviant, while positive implications are independent and strong solidarity. 

Anak adalah titipan negara yang harus diberikan hak, kewajiban, dan perlindungan oleh setiap orang. Namun pada realitas yang terjadi, fenomena pekerja anak masih banyak ditemukan sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif pekerja anak pada sektor pertanian tembakau dan implikasi tindakannya pada aspek pendidikan dan perilaku sosial anak di Desa Jeropuri Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta pemikiran Alfred Schutz tentang because motive dan in-order-to motive serta Engkus Kuswarno tentang motif masa lalu, masa kini, dan motif masa mendatang sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga motif pekerja anak sektor pertanian tembakau yakni: 1) because motive, yaitu pola asuh orang tua, teman sebaya dan inisiatif pribadi membantu orang tua, 2) motif masa kini, yaitu menyambung silaturahmi dan memenuhi kebutuhan, 3) serta in-order-to motive, yaitu untuk menjadi generasi penerus orang tuanya, harapan mendapatkan imbalan dan memenuhi kebutuhan masa depan. Adapun implikasi tindakan yakni implikasi negatif dan implikasi positif. Implikasi negatif yaitu: 1) terganggunya aktivitas pendidikan; 2) perilaku sosial kepada orang tua yakni sering melawan orang tua; 3) perilaku sosial anak dengan teman kerja, yakni sering ngerumpi; 4) perilaku sosial konsumtif; dan 5) perilaku sosial menyimpang, yakni anak menjadi sering merokok dan minum tuak, sedangkan implikasi positif yaitu: 1) anak menjadi lebih mandiri, dan 2) menguatkan solidaritas sesama teman kerja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, Minawati. 2019. Fenomena Pekerja Anak (Kasus Pedagang Asongan Anak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah). Universitas Mataram.
Bps.go.id. 2019. Profil pekerja anak provinsi nusa tenggara barat 2018. Mataram: CV. Maharani.
Http://Tesaurus.Kemdikbud.go.id/Tematis/Lema/Implikasi diakses pada tanggal 11 Mei 2022.
Https://www.Paaclaindonesia.org diakses pada tanggal 17 Mei 2022.
International Labour Organization (ILO). Menghapus Pekerja Anak di Indonesia: Dukungan 25 Tahun. Jakarta. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2021. https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_616196.pdf.
Kementerian Hukum dan Hak Asas Manusia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Jakarta.
Kuswarno, Engkus. 2009. Fenomenologi:Konsepsi, Pedoman dan Contoh penelitian. Bandung: Widya Padjadjaran.
Lestarina, E., Karimah, H., Febrianti, N., Ranny, R., & Herlina, D. (2017). Perilaku Konsumtif di Kalangan Remaja. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2).
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 2013. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani . Jakarta.
Nurkholis, N. (2013). Pendidikan dalam upaya Memajukan Teknologi. Jurnal Kependidikan, 1(1), 24-44.
Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi: Dari Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rosmawati, R. (2018). Perkembangan Peserta Didik (Psikologi Perkembangan Remaja). diakses pada tanggal 17 Mei 2022. http://repository.unri.ac.id:8080/xmlui/handle/123456789/9104.
Santaintb. 20221. Daftar pekerjaan berbahaya bagi anak. mataram: Yayasan Tunas Alam Indonesia NTB.
Suyanto, Bagong. 2019. Sosiologi Anak. Jakarta: Prenada Media.
Yunawati, I. 2020. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anak Bekerja di Perkebunan Kopi (Studi Deskriptif Pada Pekerja Anak di Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember) (Doctoral dissertation, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik).
Wulandari, T., & Hakim, A. I. (2020). Bekerja sebagai Pilihan Rasional: Pekerja Anak di Pertambangan Pasir Gunung Merapi, Indonesia. JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 10(2), 191-210.
Published
2023-06-05
How to Cite
Dedi Ramdan, M.Arwan Rosyadi, and Nila Kusuma. 2023. “Motif Pekerja Anak Sektor Pertanian Tembakau Di Desa Jeropuri Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah”. Jurnal Kebijakan Pembangunan 18 (1), 81-90. https://doi.org/10.47441/jkp.v18i1.300.