Penggunaan Insektisida Rumah Tangga di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Kabupaten Hulu Sungai Utara

  • Suryatinah Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu
  • Sri Sulasmi Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu
  • Nita Rahayu Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu
Keywords: Demam Berdarah Dengue, Insektisida Rumah Tangga, Vektor

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) still be a health problem in Indonesia. Aedes aegypti as a main vector of DHF. Vector controls do to minimize vector population. It must has integrate effort such as chemicalchemical?, biology, radiation and mechanic. This research aimed to describe the use of household insecticides in 3 (three) endemic DHF area at Hulu Sungai Utara District. This was descriptive research done using cross sectional design. Analize unit is household insecticides at 100 house which ABJ survey in 3 (three) location research. This research used interviews with questionnaires. The results showed mayority household insecticides at endemic DHF areas is dimeflutrin. Mayority household insecticides used at night, once a day and more than 5 years. In 2 (two) endemic DHF areas mostly used coil and 1 (one) endemic DHF area mostly used aerosol. Time, frecuency and duration of household insecticides  can make DHF trasmition and vector resistant.

Abstrak

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Di Indonesia yang menjadi vektor utama dari penyakit DBD adalah Aedes aegypti. Upaya untuk menurunkan kepadatan populasi nyamuk Aedes aegypti sampai serendah mungkin dilakukan dengan  cara pengendalian vektor terpadu. Beberapa pengendalian vektor antara lain kimiawi, biologis, radiasi, dan mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penggunaan insektisida rumah tangga yang digunakan di 3 (tiga) daerah endemis DBD di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2015 yaitu Kelurahan Sungai Malang, Kelurahan Antasari dan Desa Kota Raja. Unit analisis adalah insektisida rumah tangga yang ada di 100 rumah tangga tempat survei Angka Bebas Jentik di 3 (tiga) lokasi penelitian. Informasi penggunaan insektisida diperoleh dari wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode univariat menggunakan pivot table yang kemudian digambarkan dalam grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas insektisida rumah tangga yang paling banyak digunakan di 3 (tiga) daerah endemis DBD Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah dimeflutrin. Penggunaan insektisida rumah tangga kebanyakan dilakukan pada malam hari dengan frekuensi setiap hari selama lebih dari 5 tahun. Insektisida rumah tangga paling banyak diaplikasikan dengan cara dibakar atau formulasi coil di 2 (dua) daerah endemis sedangkan di 1 (satu) daerah endemis paling banyak menggunakan aerosol. Waktu penggunaan, frekuensi pemakaian dan lama pemakaian insektisida dapat menjadi faktor yang memungkinkan masih terjadinya proses transmisi DBD dan penyebab resistensi pada vektor DBD.

References

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2008. “Modul Pelatihan Bagi Pelatih Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) Dengan Pendekatan Komunikasi Perubahan Perilaku (Communication For Behavioral Impact)”. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2012. “Pedoman Penggunaan Insektisida (Peptisida) Dalam Pengendalian Vektor”. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2013. “Pedoman Survei Entomologi Demam Berdarah Dengue dan Kunci Identifikasi Nyamuk Aedes”. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Joharina AS, Alfiah S. 2012. “Analisis Deskriptif Insektisida Rumah Tangga Yang Beredar Di Masyarakat”. Salatiga: Jurnal Vektora Vol IV No 1 Hal 23-32.
Kusumastuti, N.H. 2014. “Penggunaan Insektisida Rumah Tangga Anti Nyamuk Di Desa Pangandaran, Kabupaten Pangandaran”. Jakarta: Widyariset Volume 17 No 3.
Raini M. 2009. “Toksikologi Insektisida Rumah Tangga Dan Pencegahan Keracunan”. Jakarta: Media Peneliti dan Pengembangan Kesehatan, Volume XIX Tahun 2009, Suplemen II hal S27-S32.
Sembel, T.D. 2009. “Entomologi Kedokteran Edisi I, Editor Joko Widiyatmoko”. Yogyakarta: Percetakan CV ANDI OFFSET.
Sukowati S. 2010. “Masalah Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Dan Pengendaliannya Di Indonesia”. Jakarta : Buletin Jendela Epidemiologi Volume 2.
Sunaryo, Astuti P, Widiastuti D. 2015. “Gambaran Pemakaian Insektisida Rumah Tangga Di Daerah Endemis DBD Kabupaten Grobogan Tahun 2013”. Banjarnegara”: Jurnal Balaba Vol 11 No 01 : 9-14.
Soegijanto, S. 2008. “Demam Berdarah Dengue edisi 2”. Surabaya: Airlangga University Press : 1-2.
Weraman, P. 2010. “Dasar Surveilans Kesehatan Masyarakat”. Jakarta: Gramata Publishing.
Published
2020-03-06
How to Cite
Suryatinah, Sri Sulasmi, & Nita Rahayu. (2020). Penggunaan Insektisida Rumah Tangga di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 12(1), 119-127. Retrieved from http://jkpjournal.com/index.php/menu/article/view/110